Insomnia Goblok, Insomnia Narsis, atau Hanya Insomnia


Mas Bured sedang merebahkan dirinya sambil memencet layar kaca gawainya beberapa kali. Terpantau bahwa yang sedang dikonsumsi Mas Bured saat ini adalah status aplikasi whatsapp yang berisi titik-titik  promosi aneka barang. Setelah melewati beberapa promosi, Mas Bured menemukan sebuah status yang membuatnya berpikir cukup dalam. Dia melihat temannya, Mbak Bursie mengunggah foto wajahnya dengan caption “Insomnia”. Hal yang membuat Mas Bured berpikir dalam adalah waktu saat ini menunjukkan pukul 8 malam, apakah tidak bisa tidur pada pukul 8 malam bisa dikategorikan sebagai insomnia?
 
Arif Prayoga / Buruh Redaksi


BURUHREDAKSI.COM – Gangguan susah tidur, atau biasa disebut insomnia adalah parasit yang cukup membuat kesal kalangan pecinta ketenangan, khususnya di malam hari. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa orang yang mengeluhkan gangguan tersebut di media sosial saat ingin melakukan istirahat sejenak dari pikiran-pikiran berat yang membebaninya. 

Saking banyaknya orang yang mengaku merasa susah tidur, beberapa orang indie yang di pikirannya hanya ada cinta, senja, dan kopi turut mengeluhkan gangguan ini padahal meneguk segelas kopi hitam sebelum terbesit pikiran untuk beristirahat. 

Beberapa kaum lain mengaku mengalami insomnia padahal dia tidur lelap seharian sehingga pada malam hari tidak ada rasa kantuk dari kelopak matanya.

Sebenarnya apa sih insomnia itu? Dikutip dari alodokter.com, insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulut tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. 

Ganggunan ini dapat menyebabkan penderita merasakan kondisi tidak prima untuk melakukan aktivitas di keesokan harinya. Selain itu, gangguan ini juga menyebabkan kurangnya konsentrasi, menurunkan daya ingat, gairah seks, maupun gangguan fisik dan mental lainnya. 

Insomnia sendiri terbagi menjadi 2 macam, insomnia primer yang tidak dipengaruhi oleh gangguan medis lain dan insomnia sekunder yaitu kesulitan tidur yang disebabkan oleh masalah medis seperti radang sendi, asma, depresi, kanker, GERD, serta konsumsi obat-obatan tertentu atau alkohol.

Dilansir dari halodoc.com, ada beberapa kasus insomnia yang hanya berlangsung dalam waktu singkat, yaitu insomnia yang terkait denga penyebab sementara yang jelas, seperti stres pada pekerjaan, perpisahan yang sangat menyakitkan, atau jet lag

Selain itu, terdapat insomnia yang tidak bisa hilang begitu saja dalam waktu yang singkat, seperti kecemasan, stres, dan depresi, bahkan dalam beberapa kasus pengidap insomnia memerlukan obat-obatan atau terapi perilaku kognitif untuk dapat melawan gangguan ini. 

Untuk bisa terhindar dari gangguan yang sangat merugikan ini, beberapa hal dapat dilakukan, seperti tidak menghindari terlalu banyak minum air, makan pemicu asam lambung, serta kopi 6 jam sebelum waktu tidur.

Kembali ke persoalan awal, kalau ada orang yang sengaja minum kopi di malam hari agar bisa lembur tugas yang tak kunjung beres lalu saat dia lelah dan menginginkan istirahat atau orang yang tidur siang seharian karena tidak ada kerjaan lalu mengaku tidak bisa tidur pada malam harinya apakah bisa disebut insomnia? 

Jika mengacu pada pengertian-pengertian di atas, orang-orang ini dapat dikategorikan sebagai penderita insomnia, lebih tepatnya insomnia goblok karena kesengajaan dan kebodohan yang dilakukan. 

Lalu bagaimana dengan orang yang mengeluhkan kesulitan tidur padahal waktu masih menunjukkan pukul 8 malam? Orang semacam ini mungkin bisa disebut penderita insomnia gila perhatian (narsisme).

Agar tidak terlihat goblok dan gila perhatian, menjaga pola hidup sehat adalah kunci agar terhindar dari insomnia. 

Beri jarak antara waktu makan dan minum dengan waktu tidur, hindari atau setidaknya batasi konsumsi minuman alkohol dan kafein, kurangi tidur siang dan perbanyak kegiatan bermanfaat di siang hari, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada.  

Related

zzprayoga 1673860910788010804

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item