Jurnalis Bukan Sekadar Profesi Melainkan Panggilan Jiwa

 
Ilustrasi jurnalisme / Kompas.com
Buruh Redaksi - Dr. Gabriel Possenti Sindhunata (G.P. Sindhunata), seorang wartawan dan juga sastrawan Indonesia, dalam Prosedur Operasional Standar Reportase dan Penyuntingan mengatakan bahwa “Sembilan puluh persen jurnalisme adalah pekerjaan kaki.” Pernyataan tersebut cukup singkat, namun jika ditelaah lebih dalam, kalimat tersebut memiliki makna tersirat bahwa pekerjaan jurnalisme itu langsung terjun ke lapangan untuk berbaur dengan lingkungan sekitar, turut merasakan pengalaman yang ditemui, kemudian menuliskan ke dalam rangkaian kata-kata (pekerjaan tangan). 

Seorang jurnalis wajib mematuhi kode etik jurnalistik sebagai pedoman dalam memuat konten berita yang akan dimuat, kode etik jurnalistik berisi tentang tata tertib wartawan dalam meliput berita dan terdapat aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar oleh seorang jurnalis. Seorang jurnalis harus peka terhadap informasi yang didapat, selalu memiliki rasa ingin tahu dan bisa merumuskan gagasan. 

Profesi wartawan merupakan bagian dari industri kreatif yang mana mengharuskan kita untuk selalu sigap, tanggap dan menciptakan ide-ide liar untuk mengupas setiap kasus yang ada di masyarakat. Menjadi wartawan bukan semata-mata untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup saja, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian seorang pencari berita kepada jutaan pasang mata penikmat surat kabar. Bukan perkara mudah namun juga bukan perkara sulit untuk menjadi seorang jurnalis, diperlukan konsistensi dan niat dengan tujuan menyaring dan mempersembahkan berita terbaik untuk para pembaca di manapun mereka berada.

Keberhasilan seorang jurnalis dilihat ketika hasil liputannya sering dimuat di surat kabar bahkan mendapat respon positif dari masyarakat yang membacanya. Untuk wartawan, meliput berita dan memuatnya di media massa bertujuan agar masyarakat mengetahui informasi terkini maupun menambah wawasan lebih kepada pembaca, sedangkan untuk masyarakat sendiri manfaat yang didapatkan ketika membaca surat kabar yaitu mengetahui perkembangan informasi terkini dan melek akan isu-isu yang sedang merebak di masyarakat.

Menjadi seorang wartawan itu harus memprioritaskan kepuasan pembaca jauh diatas kepentingan apapun, berita yang baik adalah berita yang didapat langsung dari liputan lapangan dan narasumber-narasumber terpercaya.  


Penulis: Idris Pur.

Related

wartawan 861136195466843916

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item