Bro Event Organizer Adakan Perlombaan Musik Tradisional dalam Rangka Lestarikan Budaya Jawa.

Foto Oleh : Iqbal Nur Syamsudin  
Para pemenang Lomba Musik Tradisional “Tresna Tembang Jawa” sedang berfoto bersama dipenghujung acara malam itu di Gudung Sasono Krido Warga Mangkubumen Solo, Sabtu (4/5). 


Buruh Redaksi, SOLO - Perlombaan Musik Tradisional yang dilaksanakan di Gedung Sasono Krido Warga Mangkubumen Solo pada hari sabtu (4/5), ini merupakan event pertama yang diadakan oleh Broo Organizer yang terdiri dari mahasiswa IAIN Surakarta, jurusan komunikasi dan penyiaran islam.

Dalam pelaksanaanya, acara ini mampu menghadirkan suguhan musik tradisional jawa atau disebut tembang jawa dengan bentuk yang berbeda dan diinstrumenkan oleh para peserta lomba yang berasal dari berbagai daerah di Solo Raya.

Acara ini dimulai sejak pukul 16.00 WIB sore dan berakhir hingga pukul 08.30 WIB. Antusias para peserta dalam menampilkan usaha terbaik mereka patut diacungi menampilkan karya mereka.

“Grup kami ini baru kami bentuk dua hari yang lalu, persiapannya juga sangat mepet kita hanya bisa latihan kalau pas malem aja, karena kita berasal dari background kampus yang berbeda, tapi alhamdulillah sekali kami malah bisa membawa pulang piala juara dua, yang awalnya kami sangat ragu untuk mendapatkannya”, ungkap Yogi, Leader Suara Java.

Foto Oleh : Iqbal Nur Syamsudin  

Berjajar tropi untuk para pemenang lomba beserta uang pembinaan dari masing-masing juara, yang dipajang disamping arena pementasan, Gedung Sasono Krido Warga Mangkubumen Solo. 

“Saya pribadi senang sekali, akhirnya grup kami bisa memenagkan perlombaan ini, awalnya kami hanya berekspektasi uara dua, tapi malah alhamdulillah bisa juara satu, ini merupakan kebanggaan sendiri bagi kami”, ungkap Sapto Wardhana, leader Mben Sebtu Percussion.

Berjalannya acara tentunya tidak pernah luput dari peran para panitia dibelakangnya, menarik minat masyarakat terhadap musik tradisional kiranya menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang pada realitasnya memang lebih menyukai musik-musik pop kebarat-baratan yang berkembang begitu pesatnya.

“Saya menemukan konsep acara seperti ini itu terinspirasi dari anak didik les saya yang masih SD, waktu itumereka minta tolong ke saya untuk nyari lagu dolanan jawa sebagai tugas sekolah mereka, nah dari situ saya mulai berfikir bagaimana jika membuat acara yang didalamnya juga ada peran serta dalam melestarikan budaya jawa, dan akhirnya jadilah event ini” Ujar Andini Dwi Mumpuni, sebagai ketua panitia acara.

Selain dapat menyaksikan perlombaan musik tradisional, para pengunjung juga disuguhi beberapa stand makanan yang merupakan UMKM dari warga mangkubumen itu sendiri. Dari mulai timlo solo, selat solo, nasi liwet, nasi goreng, camilan, dan minuman, yang tentunya mempernyaman pengunjung dalam menikmati acara tersebut.



Penulis : Galuh Sekar Kinanthi

Related

zzGaluh 4390877977659387382

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item