Solo: Rayakan Hari Teater Dunia

FOTO: DESTY LUTH/ BURUH REDAKSI

Pentas Teater - Penampilan pementasan dari Teater Kusuma Surabaya di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah Minggu (21/04)
Buruh Redaksi, Surakarta- Peringatan hari Teater Dunia yang jatuh pada tanggal 27 Maret terpaksa ditunda perayaannya lantaran bertepatan dengan suasana pemilu. Untuk itu, pimpinan produksi Sala HaTeDu (Turah Hananto) memutuskan untuk merayakan pada 21 sampai 23 April 2019 di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah dengan menghadirkan beberapa penyaji dari berbagai kelompok Teater di Indonesia hingga Malaysia dan Singapura.

Ada sekitar 26 kelompok teater yang mengisi, yaitu Sekutu Ghuraba (Malaysia), Teater Kusuma (Surabaya), Ragil Theater (Surabaya), Teater Gidag-Gidig (Surakarta), Kelompok Puspa SM Al Firdaus (Surakarta), Sanggar Jagad Kahyangan (Wonosobo), Jaringan Teater Pelajar, JTP (Surakarta), Mahrus Ali, Teater Ginyo (Lamongan), Mawar Zainal Arifin, Tepak Tellaz (Malaysia), Esto Theatre (Surabaya), Pasca Manusia Pra Sampah (Jogjakarta), Teater Soca (Kendal), Teater Koplak (Kendal), Prodi Seni Teater (Jakarta), Teater Depan (Surakarta), Sanggar Pasinaon Pelangi (Surakarta), Sanggar Seni Kemasan  (Surakarta), Lesehan Teater Kampus/Letkas (Surakarta), Ardila Diastasari, Teater Getar (Salatiga), Jam Malam (Jogjakarta), Teater FiTa (Malaysia), Yan Jangkrik DKK (Jogjakarta), Dhoet Teater Lamongan, Teater Wilwaktita (Surabaya), Teater Jiwa (Jakarta), Teater Keliling (Jakarta), Teater Singa Muntah (Singapura), dan Street Theatre (Batam, Kepri).

Perayaan kali ini tidak hanya dengan pementasan teater tetapi juga dengan lomba baca puisi, lomba pantomime, Workshop Penyutradaraan dan Keaktoran yang dilaksanakan pada 21 – 22 April 2019, tepat pukul 10.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Dengan empat narasumber ahli: Afrizal Harun, Yopi Henrawan, Rumedie Agus, dan Daniel Exaudi.

Selain akan menjadi ikon teater budaya Solo, perayaan Hari Teater Dunia menurut Turah Hananto merupakan salah satu cara membangun ruang komunikasi dari teater di berbagai wilayah. Selain itu, tidak ada aturan untuk menjadi penyaji dalam perayaan Sala HaTeDu ini. Siapa saja boleh menjadi penyaji, syaratnya hanya ikhlas dan sukarela. 


Penulis : Desty Luth
Editor : Laudia Tysara 

Related

zzDesty 2339329227195050776

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item