Short Movie “Komunikasi dan Kearifan Lokal di Era Revolusi Industri 4.0” IAIN Surakarta Dimenangkan Universitas Telkom Bali

FOTO: IBRAHIM HASAN/ BURUH REDAKSI 
Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba tingkat nasional mahasiswa dan SMA/sederajat pada puncak acara hari jadi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ke-4, IAIN Surakarta (25/04/2019) 





Buruh Redaksi, Sukoharjo- Puncak acara hari jadi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri Surakarta yang ke-4 digelar Kamis (25/04/2019) di Lapangan Institut Agama Islam Negeri Surakarta dengan tema “Komunikasi dan Kearifan Lokal di Era Revolusi Industri 4.0”.

Acara ini menjadi titik balik gelaran lomba nasional tingkat mahasiswa dan tingkat SMA/sederajat sejak 28 Februari 2019 sampai 18 April 2019 kemarin. Ada lomba esai, cerpen, desain poster, fotografi, infografik, dan short movie. Menurut keterangan dari Zamroatul selaku ketua panitia acara, “Ada lebih dari 100 peserta yang antusias mengirimkan karya-karya terbaiknya”.

Pengumuman pemenang lomba menjadi satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian peserta yang mengikutinya. Terutama perihal pengumuman pemenang pertama, lomba short movie. Pemenang pertama lomba short movie ini diraih oleh Mahasiswa Universitas Telkom Bali yang tergabung dalam KIKUK Film Production dengan judul film Penjor. Film ini mengangkat Penjor sebagai satu objek dari kearifan lokal Kota Denpasar, Bali. Tidak hanya itu, tetapi film ini juga mengandung pesan berupa makna toleransi yang seharusnya mampu hidup di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini.

Menurut Zamroatul, Tema yang diangkat dalam gelaran tahun ini menjadi satu hal yang ingin dicapai untuk bisa mengikuti perkembangan revolusi industri saat ini. Selain untuk mengikuti perkembangan revolusi, acara ini juga diperuntukkan bagi teman-teman jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang memiliki minat dan bakat untuk bisa ditampilkan pada puncak acara malam hari ini.

Tari Bedoyong juga dipentaskan pada puncak acara ini, dengan delapan penari yang membawa jarik dan sampur yang melengkapi. “Kami mempersiapkan tarian ini sudah sejak satu bulan yang lalu”, tutur Muniroh salah satu penari.

Tidak hanya tari, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Dimas mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan tahun 2018 yang memiliki bakat Beatbox seperti halnya menirukan suara instrumen musik, suara hewan, juga suara-suara lainnya yang hanya bermodalkan mulut dan mikrofon yang telah disediakan panitia. “Bisa tampil di puncak acara ini adalah satu kebanggaan bagi saya. Karena saya menganggap ini sebagai satu batu loncatan agar ke depannya bisa tampil lebih percaya diri lagi”, jelas Dimas.

Ada lebih dari 150 peserta yang hadir di puncak acara. Yang hampir saja memenuhi seluruh lapangan Institut Agama Islam Negeri Surakarta. “Harapannya tahun depan bisa jadi panitia acara dan bisa buat acara yang lebih baik lagi dari ini”, ujar Sabrina salah satu peserta puncak acara.

Puncak acara ini ditutup dengan penampilan salah satu guest star ternama di Kota Surakarta, yang dulunya lahir di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dari Unit Kegiatan Mahasiswa Gas21. Nama dari band dengan aliran musik reggae ini adalah Pisah Ranjang. Selama kurang lebih satu setengah jam, grup band ini mengguncang lapangan dengan lagu-lagu andalannya dan mendapat antusias luar biasa dari para peserta. Dan mereka ikut bergoyang mengikuti instrumen-instrumen musik yang dimainkan.

Penulis: Laudia Tysara

Related

zzLaudia 7269821329759744816

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item