Kontes Foto Meriahkan Hari Kartini


FOTO: LAUDIA TYSARA/ BURUH REDAKSI
Ditampilkan tujuh model sebagai tanda dimulainya kontes foto dalam acara Workshop and Photo Hunt “Millenial Kartini’s Day” (21/04) di Monumen 45, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah




Buruh Redaksi, Surakarta - Kegiatan Workshop and Photo Hunt “Millenial Kartini’s Day” menjadi satu ajang kompetisi merihkan hari Kartini pada Minggu (21/04). Diadakan oleh mahasiswa IAIN Surakarta jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tepatnya di Monumen 45, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tidak hanya ajang kompetisi tetapi juga diisi kegiatan workshop dengan pembicara utama Reca Ence AR selaku ketua Nikon Club Jawa Tengah.

“Kami mengadakan acara ini sebenarnya hanya untuk belajar bareng tentang fotografi. Khususnya dengan teman-teman yang suka fotografi di Solo dan juga teman-teman mahasiswa lainnya”, tutur Farhan Prasetyo selaku ketua panitia.

Sebelum kontes foto dimulai, Reca selaku pembicara utama menyampaikan sedikit materi seputar teknik fotografi khususnya mengenai teknik dasar yang harus dipahami peserta sebelum terjun melakukan pemotretan kepada model-model yang telah dipersiapkan pihak panitia. Tidak hanya teknik dasar fotografi tetapi juga membahas produksi foto setelah pemotretan, yaitu tentang editing.

“Sebelum melakukan editing yang perlu diperhatikan, foto itu untuk siapa? buat apa? dan karena apa? Seperti dalam kebutuhan iklan kecantikan, jelas model harus terlihat benar-benar bersih tidak jerawatan. Sedangkan dalam kebutuhan jurnalistik cukup hanya dengan croping saja atau malah dihitam putih”, jelas Reca saat mengisi acara workshop.

Ada tujuh model yang telah dipersiapkan oleh pihak panitia. Semua model memakai kebaya dengan motif batik. “Kebaya dan batik dipilih karena hari Kartini di kota Solo identik dengan keduanya”, tutur ketua panitia. Sedangkan untuk peserta, tidak hanya dari dalam kampus saja tetapi juga ada yang dari UMS dan juga komunitas luar kampus seperti anggota Solo Nikon Club.

Kompetisi dimulai dengan ditampilkannya tujuh model di atas panggung Monumen 45. Setiap empat peserta diberi satu model sedangkan pergantian model dilakukan setiap 8 menit pemotretan. Dan kegiatan ini berlangsung selama satu jam.

“Workshop-nya keren apalagi materi tentang editing yang disampaikakan oleh Babe Reca tadi. Cuma satu, penempatan model di atas panggung seperti peraturan awal tadi kurang tepat karena backlight. Akhirnya setelah Babe putuskan bagi model, saya pilih tempat di sebelah timur panggung agar tidak backlight”, jelas Doni Yuda dari komunitas Nikon Club Solo.

Kegiatan penjurian yang seharusnya dilaksanakan saat itu juga, harus tertunda. Menurut keterangan dari ketua panitia, “Ada dua juri yang harus melakukan penilaian. Tapi masalahnya, salah satu juri ada acara yang tidak bisa ditinggalkan sehingga penilaian harus ditunda satu minggu setelah kegiatan. Nah, untuk tiga pemenang lomba akan diumumkan melalui media sosial dan dihubungi langsung oleh pihak panitia”.

Penulis: Laudia Tysara

Related

zzLaudia 7567762619106044711

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item