Kebutuhan Kuota Data Internet Meningkat ?, lakukan Hal Ini untuk Menyiasatinya


Buruh Redaksi - Berbicara tentang zaman digitalisasi, sudah barang tentu kata kuota atau paket data tidak bisa dipisahkan dari para pemilik gadget. Sebuah benda tak bisa disentuh yang dulunya merupakan kebutuhan sekunder lalu ter-upgrade arus zaman menjadi kebutuhan primer. Saking pentingnya, beberapa orang akan merasa gelisah dan kesepian jika tidak ada kuota menyertai gadgetnya. Terkadang kehabisan kuota juga membuat seseorang menjadi benalu, mengemis tethering kepada kerabatnya yang mempunyai kuota berlebih. Sungguh merepotkan.


Ilustrasi: Qonitin H.


            Untuk memenuhi kebutuhan yang sangat penting itu, setidaknya kurang lebih dalam satu bulan kita perlu merelakan uang sebanyak Rp. 50.000. Padahal ketika kita hendak mengeluarkan uang sebanyak itu untuk kebutuhan lainnya yang bahkan lebih penting, kita malah menggunakan prinsip eman-eman. Urusan makan misalnya. Jika kita lapar dan menemukan warung yang harga satu porsi menunya sebesar itu pasti kita tidak jadi makan di warung tersebut. Dari situ dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebutuhan kuota saat ini lebih penting dibandingkan kebutuhan-kebutuhan primer lainnya.

            Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah mengubah mindset manusia zaman sekarang tentang kebutuhan mana yang lebih penting. Mau tidak mau kita sebagai pengguna gadget harus mengikuti arus kemajuan teknologi yang bergerak sangat cepat sekarang ini. Perkembangan jaringan internet yang mulanya hanya 2G berkembang menjadi 3G lantas lebih maju lagi menjadi jaringan 4G/LTE. Bahkan beberapa sumber telah menyebutkan bahwa 5G akan segera rilis. Perubahan jaringan inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa kuota begitu semakin hari semakin mahal. Semahal apapun harganya, ketika kita yang merasa kuota adalah hal paling penting dalam kehidupan sehari-hari, mau tidak mau harus membelinya.

            Pernah kamu merasa galau disaat kuota tidak ada? Begitulah dilema yang kita rasakan ketika krisis kouta melanda. Saat ini kita hidup di era digital di mana salah satu cirinya adalah melek media. Bukan saja sebagai pengguna, namun juga menjadi seorang kreator dalam menciptakan hal-hal yang baru di dunia.

            Media telah menjadi sahabat manusia di era modern ini, setiap insan di dunia tidak bisa lepas dari rasa butuh akan informasi. Ketergantungan kita pada media inilah yang menjadikan kebutuhan akan paket data atau kuota meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena penggunaan sosial media yang dinilai melebihi kapasitas sebelumnya.

            Dari fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini, apabila kita lebih jeli dalam mengambil peluang usaha, paket data internet dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk mecari pundi-pundi rezeki. Mengapa demikian? Karena semakin banyak pengguna internet di masyarakat mendorong kita untuk menjadi penyedia jasa paket internet. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai pekerjaan sampingan bahkan pekerjaan tetap.

            Kemajuan IPTEK memang tidak bisa terelakkan, hal tersebut akan membuat banyak pilihan dalam hidup. Pilihan untuk gagap teknologi (gaptek) atau menjadi pengguna yang selalu upgrade gawainya, pilihan untuk menjadi seorang pengguna yang hemat atau pengguna yang boros, serta pilihan menjadikan moment tersebut sebagai peluang usaha atau cukup menjadi seorang pengguna. Tentu saja harapannya kita dapat memilih sesuatu yang baik di mana hal tersebut akan membawa dampak positif di kemudian hari.


Penulis : Annisa Septianingsih
Editor  : Arif Prayoga
             

Related

zzAnnisa 1624238187124065904

Post a comment

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item