Santri Tapi Minum Anggur


buruhredaksi.comCap orang tua identik dengan minuman anggur merah yang bagi sebagian orang dimaknai dengan jamu, namun bagaimanakah dampak dari si merah itu sendiri jika dikonsumsi, apakah menjadikan maslahat atau mudarat ?

Ilustrasi/Dyah F.


Pertentangan atau perdebatan tentang khamer atau minuman keras cukup menarik untuk diulas, kalau dari sudut pandang agama Islam sih sudah sangat jelas bahwa khamer itu haram hukumnya, terlebih jika yang dimintai pendapat adalah penganut Islam garis keras, sudah pasti di jawab “Haram” dengan lantang dan diselingi dengan “Takbir” tuh. Namun bagaimana jika dari kalangan masyarakat umum mengatakan bahwa khamer masih halal selama diminum secukupnya dan tidak sampai memabukan? Minuman keras tetapi tidak memabukkan. Di mana-mana yang namanyaa minuman keras sudah pasti memabukkan dong pun.

Daripada pusing-pusing memikirkan keabsahan boleh tidaknya meminum minuman beralkohol alangkah baiknya jika kita bisa lebih menjaga diri. Paling tidak ya jangan sampailah lambung beserta jajaran organ dalam kalian terkontaminasi dengan minuman-minuman sejenis itu. Ada sederet pengalaman yang melibatkan suatu peristiwa yang berkaitan dengan minuman fermentasi itu. Pernah kala itu ada seorang penjual jamu yang lagi mangkal, saking kepengennya akhirnya dibeli tuh satu bungkus jamu kencur. Lalu si penjual bertanya, “pakai anggur enggak Mas? Karena gagal paham dan saking jarang orang itu minum jamu, maka pembeli tersebut mengiyakannya.

Singkat cerita, jamu itu dia minum dan benar saja jamu kencur yang dibubuhi dengan anggur, “Kok gini ya rasanya. Kaya ada mint-mintnya, kaya minuman herbal penolak angin”. Karena penasaran akhirnya si pembeli jamu itu nyoba tanya ke mbah google dengan kata kunci “anggur”. Eh taunya yang keluar minuman kolesom atau anggur “Cap Orang Tua”. Panik, ternyata yang dia minum itu minuman anggur yang sepengetahuannya masuk dalam kategori minuman keras. Buat pengalaman, sekali tak apalah mungkin Tuhan mau memaklumi ketidaktahuan hambanya. Mirisnya, anggur-anggur kolesom itu dijual bebas di warung-warung herbal. Bukankah penjual jamu sama saja melegalkan miras?

Mungkin kalau orang awam yang mengalaminya masih bisa diterima, ya namanya juga orang tidak tahu. Tapi jika yang meminum anggur “Cap Orang Tua” ini santri atau orang alim, apakah mereka juga tidak tahu bahwa minuman ini tidak seharusnya diminum? Memang benar terjadi. Kira-kira waktu itu saya sedang lihat-lihat whatsapp story teman dan salah satu teman yang santri itu memposting tentang minuman anggur merah disertai caption, “Terima kasih sudah membawakan minuman hangat ini. Malam ini tidurku bisa nyenyak”. Begitu kira-kira yang dia tuliskan. Apa enggak tambah edan tuh, “santri tapi minum anggur”. Cukup mengagetkan memang, membuat saya sedikit mengernyitkan dahi, dan bergumam penuh tanya di dalam hati.

Setelah ditelusuri lagi, anggur merah kolesom itu mengandung 14.7% alkohol dan memang bisa digunakan untuk menghangatkan badan. Itukan artinya haram juga untuk dikonsumsi. Namun dijelaskan oleh Syeikh Abdurrahman Al Jaziri: “Termasuk yang dimaafkan, yaitu benda cair yang najis yang dijadikan campuran obat-obatan dan minyak wangi demi kemaslahatannya dan tidak melebihi kadar yang diperlukan.” (al Fiqh ‘Alal Madzahib al Arba’ah : 1/9)

Selama anggur kolesom atau campuran lain digunakan sesuai kebutuhan dan dikonsumsi sebagai obat, bukan untuk tujuan mabuk-mabukan itu ma’fu (dimaafkan). Namun alangkah baiknya jika kita lebih berhati-hati lagi dalam memilih obat, sebaiknya memilih obat yang sama khasiatnya, dan tidak mengandung alkohol. Intinya begini, apa pun minuman itu selama diolah dengan proses fermentasi jika mengandung alkohol dan menimbulkan banyak mudarat daripada maslahatnya lebih baik dihindari saja, agar supaya tidak terkena dosa sebab meminum minuman keras atau alkohol.

Penulis : Idris Purnomo
Editor  : Laudia Tysara

Related

zzIdris 2445512808084182739

Post a comment

  1. Bukan cuma santri aja min tapi abangan jg gak boleh omben2

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap betull, omben-omben memang tidak baik untuk semua kalangan kak, terimakasih atas komennya, silakan share tulisan ini ke sosial media kakak ya, supaya banyak pemabuk yang sadar hehe. jangan lupa baca tulisan-tulisan menarik lainnya.

      Delete
  2. Omben2 trus

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. Bagaimana kalau kita minum anggur merah tapi kita tidak merasa mabuk? Apakah masih tergolong haram?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukankah dalam islam sesuatu yang memabukkan itu haram berapapun kadarnya? sedikit atau banyak selama terkandug alkohol di dalamnya sudah barang tentu hukumnya haram untuk dikonsumsi.

      Delete
    2. Kalau 3% gak, boy. Kan udah banyak sumbernyq

      Delete
  4. Hukumnya itu haram walaupun setetes, tapi untuk hal coba² dalam artian memang belum tau dan tidak sampai melanggar hukumnya masih bisa maafkan tapi kita tekan kembali ke hukumnya haram walau setetes jadi dalam hal ini jangan coba² semoga paham

    ReplyDelete

  5. Anggur jamu yg dicampurkan diJamu tradisional seperti Kencuf itu bukan Anggur orang Tua Broh....
    Itu Anggur "jamu" dengan Komposisi
    Daun Mint, dicampur gula karamel dan air.
    Jangan gagal paham bro....

    Kayak di betawi ada nama nya Bir Pletok...
    Nanti dikira Bir yg ada alkoholnya... hahahha...

    ReplyDelete
  6. Ini link buat "anggur jamu" yg dicampur di jamu beras kencur, atau jamu2 tradisional lainny
    http://www.herba-indonesia.com/berita?id=Ramuan_Jamu_Segar:_Anggur_Jamu

    Jd "anggur jamu" yg dicampur diminuman jamu tradisionl itu gk mengandung alkohol.

    ReplyDelete
  7. Haram biar lah toh nanti yg tangung jawab dgan tuhan ya si peminum itu kok..sya cap orang saya simpan d kulkas itu nanti jadi urusan saya dengan tuhan.g dgerin kata orang dah

    ReplyDelete
  8. sy baca artikel ini krn baru aja habis minum intisari kira2 100 ml, dengan harapan penyakit pegal2 saat bangun tidur bisa teratasi karena minum obat2 warung rasanya udah ga mempan, sy dulu peminum berat tapi sudah hampir 8 th ini sy tinggalkan, sy berusaha istiqomah hidup tanpa miras, tapi kali ini sy mau mencoba apa betul kata orang kalau minum intisari dengan takaran yg sesuai bisa menghilangkan pegal2 di badan, tapi setelah minum kok seperti ada rasa bersalah makanya cari2 referensi siapa tau ada yg membolehkan asal betul2 niatnya baik dan takarannya tdk berlebihan...

    ReplyDelete
  9. Terimakasih infonya .sedikit banyak bisa memperluas wawasan. Jadi tau deh..

    ReplyDelete
  10. Kayak mb mel min, postingan nya tentang menolong org, tp potonya megang botol AO. seakan akan melegalkan AO tp asal berbuat baik. Miris

    ReplyDelete

emo-but-icon

Hot in week

Follow by Email

item